Likes:
Menu
Home
Tata Tertib
Kontak

Puisi Rohani Umum

Berikut kumpulan bahasa puisi mengenai rohani secara umum/untuk umum. Semoga teman-teman menyukainya, mendapat inpirasi dan hal bermamfaat. Terima kasih. Yani

Abstrak

Karya: Cahyani Wijayanti

Aku ingin sendiri...
Diam seribu bahasa
Memendam segalanya dalam sanubari
Terbungkus dan tersembunyi

Tak ada satu pun yang memahami
Tak ada yang mengerti
Semua hanya bisa bicara
Tanpa sedikit pun menyelami

Dengan kuasa apakah ku dapat bertahan
Perasaan ini tercampur aduk
Marah...sedih...kecewa...putus asa...
Menjadi satu adonan
Yah...lukisan ini sangat abstrak bagiku...

Tidak ada dasar ku tuk percaya
Segalanya teras hancur lebur
Aku kecewa...ya...aku kecewa
Aku marah...sedih...huh...!!!

Oh...Yang Maha Kuasa
Masih tersediakah ampunan bagiku?
Hamba tak layak bagi-Mu?
Maafkan aku...ampunilah aku...

Kalau kau mau menghukumku...silakan...
Memang ku pantas mendapatkannya
Apa pun yang mau kau lakukan
Lakukanlah..kalau itu yang menjadi kehendak-Mu
Oh...God forgive me...

Ikhlas

Karya: Cahyani Wijayanti

Ketika segala sesuatu terjadi
Bukan seperti keinginan kita
Ikhlaslah....
Ketika badai menerpa
Ketika air mata berderai
Ikhlaslah...

Terimalah itu sebagai ujian hidup
Yang semakin membuat kita
Menjadi seturut kehendak-Nya
Masuklah dalam rancangan-Nya
Rancangan indah penuh damai sejahtera

Dengan rahmat-Nya...
Kau pasti dikuatkan
Kau pasti diteguhkan
Kokoh bagai batu karang

Ya...ketika segala lukisan kita hancur
Ikhlaslah...
Terimalah dengan penuh syukur
Karna Dia punya rancangan yang jauh lebih indah
Demi masa depan yang penuh harapan dan damai sejahtera

31 Juli 2011

Aku Tak Mengerti

Karya: Cahyani Wijayanti

Tuhan.....aku tak mengerti
Sangat sulit kupahami
Mungkin aku tau atau
Mungkin aku hanya mencoba tau

Mengapa Engkau tak mengeluarkanku dari tempat ini
Tempat ini begitu sesak...semmpit...kotor
Muak sekali aku ditempat ini
Mengapa aku tak boleh menghirup udara segar
barang sejenak saja...

Aku juga punya sisi lain
Aku juga ingin seperti mereka
Bisa tertawa.....bersenang-senang
Melakukan apa yang mereka cintai

AKu kan yang punya hak untuk memilih
Tapi....sayang.....
Untuk saat ini aku takut mengambil resiko
Jika aku memutuskan untuk keluar dari ruangan ini

Hem...sebenarnya ada apa ya.....
Apa yang sebernarnya terjadi....
Mengapa berulang kali terjadi
Hal yang sama...bahkan saat ini lebih dasyat

Perkataan iman...???
yah...bisa iya....bisa juga tidak
Aku bingung sekali...
Mengapa ya...?

13 Januari 2011

Secercah Cahaya Harapan

Karya: Cahyani Wijayanti

Di saat gundah gulana
Tak tau harus kemana
Keraguan melanda
Melayang entah kemana

Hatiku tertuju pada-Mu
Hatiku berharap pada-Mu
Hanya kasih setia-Mu
Yang mampu ubahkanku

Aku memandang ke atas gunung-gunung
Siapakah penolongku?
Penolongku hanyalah Engkau
Ya ciptakan langit dan bumi ini

Pandanglah hambamu
Hambamu yang hina ini
Tak sanggup ku menegadah
Tak sanggup tuk melangkah

Hangatkanku dengan kasih-Mu
Hangatkanku dengan secercah cahaya-Mu

21 September 2003

<< Prev 1 ... 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Suka? Berbagi ke teman

Copyright 2014 Cahyani Wijayanti - All Rights Reserved