Likes:
Menu
Home
Tata Tertib
Kontak

Puisi Rohani Umum

Berikut kumpulan bahasa puisi mengenai rohani secara umum/untuk umum. Semoga teman-teman menyukainya, mendapat inpirasi dan hal bermamfaat. Terima kasih. Yani

Seribu Lilin

Karya: Cahyani Wijayanti

Kecil… lemah…
Tak bernyawa…
Tak ada kuasa tuk melawan
Pasrah pada tuannya

Saat api membakarmu
Kau hanya terdiam
Tak ada perlawanan sama sekali
Bungkam tak bernada

Hai…lihatlah sekelilingmu!
Mereka menyala sepertimu
Berkobar di dalam gelap gulita
Bertarung melawan kefanaan

Kecil mungil…
Tapi tetap kokoh tidak goyah sedikitpun
Berjuang sampai detik-detik terakhir
Menang sampai garis finish

Kau…ya kau…kalian semua….
Seribu lilin bercahaya berkorban
Seribu lilin bersatu hati
Rela terbakar demi kebahagiaanku


Tuanmu pasti berbudi baik
Memakaimu tuk merajut kasih
Menyembuhkan segala luka
Menutupi banyak cela

Seribu lilin….
Puji syukur kupanjatkan ke hadiratNya
Saat ini ku menang karna untaian doa yang diterangi seribu lilin
Seribu lilin…seribu doa…seribu kerinduan…
Senantiasa mengiringi langkahku menuju jalanNya

13 April 2018

Hikmat

Karya: Cahyani Wijayanti

Sumber segala hikmat ialah takut akan Tuhan
Dialah yang akan menuntun langkahmu
Dialah yang akan menjadi lentera jiwamu
Dialah Sumber dari segala sumber kebenaran dan kebajikan

Dialah Allah di atas segala allah
Dialah Alfa dan Omega
Dialah penyembuh yang ajaib
Dialah yang bertahta di KerajaanNya

Mari datang mendekatlah padaNya
Maka Dia akan memberitahukan segala hikmat dan rencanaNya yang kudus bagimu
Dia Allah yang terus memanggil namamu
Mengetuk di muka pintu hatimu

Mari bukalah pintu hatimu
Maka Air Kehidupan akan tercurah bagimu
Menyegarkan dan membersihkan hatimu
Meratakan jalan yang bergelombang
Mematahkan segala belenggu dosa
Memberikanmu jubah baru
Sebagai tanda bahwa kau adalah anak yang diurapiNya

01 Juni 2017

Dalam Keheningan

Karya: Cahyani Wijayanti

Dalam keheningan ku temukan kasihMu
Kasih yang sempurna selamatkan hidupku
Dalam keheningan Kau menyapaku mesra
Bagaikan permaisuri ku dimanjakanNya

Timbulah sebuah pertanyaan
Ya Tuhan Allahku
Mengapa Kau seakan-akan terdiam ketika ku mencariMu?
Mengapa Kau tidak menjawab seruanku?
Oh ....rasanya ini tidak mungkin!

Ternyata rohNya menggiringku pada sebuah lorong waktu
Menempatku di sini seorang diri
Gelap gulita
Masuk jauh ke dalam sanubariku

Di sini... di tempat ini ku temukan banyak akar....
Ya .... akar ini harus diselaraskan
Dibersihkan.....
Sehingga lahan ini semakin siap tuk ditanami benih baru
Benih yang pada saatNya nanti akan menjadi sumber kehidupan baru
Benih yang mungil ini akan tumbuh berkembang dan berbuah untuk kemuliaanNya
Benih sumber pancaran kasihNya
Menjadi berkat untuk sesama

S'gala puji syukur ku naikkan hanya bagi namaMu yang kudus dan mulia
Amin

01 Juli 2016

Tersenyum di Balik Pintu

Karya: Cahyani Wijayanti

Ku berjalan ke sana
Sepertinya terlihat segar disana
Keraguan melanda
Namun kubulatkan tekadku
Melanjutkan petualanganku ke sana

Berseri seri hatiku
Tenggelam dalam sungai sukacitamu
Haaaa...!!
Apa yang terjadi...??
Tiba-tiba kuterhempas keluar
Dan pintu terkunci rapat
Ku ketuk ketuk pintu itu
Ku mencoba mendobrak pintu itu
Namun percuma saja
Pintu tetap tertutup
Huuuhh...lelah!

Ku hanya bisa terdiam di balik pintu
Tertegun untuk sementara waktu
Lututku kemudian bertelut
Tertunduk berpasrah
Satu pintu lagi tertutup bagiku

Ada apa gerangan?
Apa maksud dari semua ini?
Mengapa harus terjadi dalam kurun waktu yang hampir bersamaan?
Ribuan tanda tanya menyerbu batinku

Tiba-tiba kurasakan hembusan angin lembut
Kesejukan menyapaku
Ya...mungkin ini saatnya pengosongan diri
Membuka hati untuk lebih dibersihkan
Segala kelekatan siap dilepaskan
Mungkin itulah alasan pintu itu tertutup bagiku
Lalu Dia memberiku ketegaran
Dan pada akhirnya aku dimampukan tuk tersenyum ikhlas di balik pintu itu

28 Mei 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ... 14 Next >>

Suka? Berbagi ke teman

Copyright 2014 Cahyani Wijayanti - All Rights Reserved