Likes:
Menu
Home
Tata Tertib
Kontak

Puisi Kehidupan

Berikut puisi-puisi tentang kehidupan, bermacam-macam pelajaran hidup untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Semoga teman-teman menyukainya, mendapat inpirasi dan hal bermamfaat. Terima kasih. Yani

Lelah

Karya: Cahyani Wijayanti

Hatiku hampa
Pikiranku kosong
Tatapanku gelap
Tubuhku lemah lunglai

Aku tak melihat warna warni
Yang kulihat hanya hitam putih
Aku tak melihat keindahan
Yang kulihat hanyalah kehampaan

Hari demi hari
Langkah demi langkah kulalui
Setiap jalan kutelusuri
Tapi aku tak menemukan arti

Ingin rasanya aku keluar
Lepas dari kepenatan
Bebas dari ikatan
Merasakan segarnya udara pagi

Aku lelah
Ingin rasanya ku teriak
Tapi ku tak mampu
Bahkan mengeluarkan sepata kata pun
Ku tak sanggup

Entah apa yang terjadi
Aku tak mengerti
Semua berlalu begitu saja
Tanpa ku sadari

Aku tak berdaya
Kekuatanku sirna
Benteng pertahananku roboh begitu saja
Tanpa ada yang menahannya

Pondasiku terlalu lemah
Hingga musuh mudah
Mudah menjajahku
Mengobrak-ngarik kediamanku

Benteng yang hancur ini
Akankah terbangun kembali
Kokoh ditengah-tengah dunia ini

16 Juni 2004

Secercah Cahaya Harapan

Karya: Cahyani Wijayanti

Di saat gundah gulana
Tak tau harus kemana
Keraguan melanda
Melayang entah kemana

Hatiku tertuju pada-Mu
Hatiku berharap pada-Mu
Hanya kasih setia-Mu
Yang mampu ubahkanku

Aku memandang ke atas gunung-gunung
Siapakah penolongku?
Penolongku hanyalah Engkau
Ya ciptakan langit dan bumi ini

Pandanglah hambamu
Hambamu yang hina ini
Tak sanggup ku menegadah
Tak sanggup tuk melangkah

Hangatkanku dengan kasih-Mu
Hangatkanku dengan secercah cahaya-Mu

21 September 2003

Haus

Karya: Cahyani Wijayanti

Haus....
Haus....
Oh....haus....
Haus....

Belum pernah aku merasakan sehaus ini
Rasa haus yang begitu luar biasa
Tenggorokanku kering
Sampai terasa kedalam tulang

Aku sudah berteriak sekeras mungkin
Tapi yang terdengar hanya desahan
Aku tak mampu lagi
Langkahku mulai gontai....
Langkahku mulai tak pasti

Tubuhku kering kerontang
Tandus....
Jiwaku terus meronta-ronta
Hatiku resah....

Seandainya kutemukan setetes air saja
Seandainya aku bisa merasakan setetes saja
Oh....sungguh nikmatnya....sungguh sejuknya
oh.... sungguh segarnya....
Tapi seandainya....?

7 Juni 2002

<< Prev 1 ... 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Suka? Berbagi ke teman

Copyright 2014 Cahyani Wijayanti - All Rights Reserved