Likes:
Menu
Home
Tata Tertib
Kontak

Puisi Kehidupan

Berikut puisi-puisi tentang kehidupan, bermacam-macam pelajaran hidup untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Semoga teman-teman menyukainya, mendapat inpirasi dan hal bermamfaat. Terima kasih. Yani

Belajar...belajar...belajar...

Karya: Cahyani Wijayanti

Belajar….belajar… dan belajar….
Mungkin saat kau mendengar kata-kata itu
Kau tersentak…..takjub….api bergelora di hatimu
Atau biasa saja….datar-datar saja….
Atau mungkin jenuh saat kau mendengarnya…

Jika kita teringat saat berlatih bersepeda…
Kadangkala kita terjatuh…jatuh…dan jatuh lagi…
Namun kita pasti berusaha tuk bangkit kembali
Agar kita dapat berpetualang dengan sepeda impian kita…

Belajar dan terus belajar
Mengejar impian..taklukkan dunia…
Terangilah gelapnya malam
Menjadi pribadi yang berkenan di hadapanNya

Namun…jadilah seperti padi
Yang semakin berisi semakin merunduk
Rendah hatilah dan jadilah berkat untuk sesama
Teruslah belajar….

Dengan terus belajar…
Kau semakin dibentuk…
Diasah…dibersihkan…
Diubah menjadi lebih baik dan lebih sempurna
Sesuai dengan tujuan dan rencanaNya yang indah
Amin

09 Febuari 2013

Melayani

Karya: Cahyani Wijayanti

Melayani….
Membutuhkan pengorbanan
Jiwa…raga…. waktu…
Bahkan mungkin materi


Namun di atas semuanya itu
Perlu ketulusan hati
Tiada pamrih….
Tak mengharapkan balas budi
Meluap begitu saja
Terpancar indah menerangi kegelapan

Ketika melayani…
Ada saatnya kau menuai dengan sorak-sorai sukacita
Namun ada saatnya kau menabur bahkan sampai mencucurkan air mata
Saat itulah kan teruji motivasimu yang sesungguhnya

Apakah kau masih tetap mau melayani setiap saat?
Di saat kau diterpa badai kehidupan…
Di tengah padang gurun tandus…
Di saat kejenuhan melanda..
Maukah kau tetap setia
Masihkah kau tulus melayani…?

Semua kan teruji melewati lorong waktu..
Teruji bagaikan emas dalam dapur peleburan api…
Ya… semua kan teruji….

04 Febuari 2013

Tongkat

Karya: Cahyani Wijayanti

Tongkat..
Ya… tongkat itu
Sebagai penyangga tubuh itu
Berjalan melewati batas waktu

Tongkat..
Sesuatu yang pada awalnya tak kulihat
Bahkan ku lirik pun tidak
Namun.. saat ini..
Benda itu sangat berarti

Memang bukan untukku
Tetapi untuk pahlawanku
Dia yang telah menjadi tulang punggung
Berkorban demi masa depanku

Terimakasih pahlawanku
Engkau selalu menjadi malaikat tak bersayap dalam hidupku
Walaupun terlihat keras dan dingin
Namun hatimu lembut

Terimakasih pahlawanku
Jasamu sungguh luar biasa
Tongkat ini.. ya tongkat ini
Mungkin tiada bernilai
Namun inilah tanda cintaku padamu
Yang tak mungkin bisa membalas smua kebaikanmu

Terimakasih pahlawanku..

31 Januari 2013

Melodi

Karya: Cahyani Wijayanti

Pagi ini...
Ku menghirup kasihNya
Ku merasakan cintaNya menyelimutiku
Damai... Tenang jiwaku

Ketika ku melangkah
Ku memulai hari ini dengan rahmatMu
Kau briku iman yang baru
Iman yang membutuhkan ketaatan

Tiba-tiba terdengar melodi indah
Mengalun halus lembut
Seakan berbisik di hati ini
Melodi yang menyegarkan jiwa

Aku tak mengerti mengapa melody ini begitu indah terdengar
Namun ku percaya
Inilah salah satu bukti dari ribuan tanda cintaMu kepadaku

Ku bersyukur Tuhan
Kaulah sumber melodi ku
Kau lah sumber cinta ku
Dan Kaulah sumber inspirasiku

19 Januari 2013

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 ... 25 Next >>

Suka? Berbagi ke teman

Copyright 2014 Cahyani Wijayanti - All Rights Reserved